Kenali Penyebab Dan Cara Mengatasi Nafas Bayi Bunyi Grok-Grok

Bayi memang makhluk kecil nan lucu yang diidam-idamkan para orang tua. Merawat bayi tentu bukan pekerjaan mudah yang bisa dilakukan sembarang. Bayi perlu dijaga selama 24 jam untuk memastikan penjagaan yang ketat serta perawatan yang tepat untuk menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Bagi para orang tua baru, memiliki bayi tentu pengalaman seru yang kadang terasa repot dan rumit jika belum memahami berbagai informasi mengenai kendala atau gejala yang aneh terjadi pada si kecil. Contohnya jika nafas bayi bunyi grok-grok, tentu rasa khawatir dan panik muncul lebih besar terutama bagi orang tua baru. Padahal rasa panik akan memicu para orang tua akan melakukan tindakan yang keliru, sangat disarankan para orang tua mencari informasi terlebih dahulu mengenai gejala tersebut melalui sumber-sumber yang terpercaya.

Sumber yang valid memang sangat dibutuhkan untuk melakukan tindakan yang tepat, jangan asal percaya dengan “katanya” pastinya informasi yang anda dapatkan mengenai si kecil merupakan informasi yang benar apalagi dalam penanganan gejala seperti bunyi nafas gro-grok yang dialami bayi.

Bunyi nafas grok-grok sering kali dibarengi dengan mitos bahwa pada saat awal dilahirkan dokter tidak menyedot lendir pada hidung si kecil secara maksimal, padahal itu belum tentu benar. Nafas bayi yang grok-grok bisa jadi merupakan hal wajar karena saluran pernafasan yang dimiliki masih sempit dan lendir pada hidung belum bisa dikeluarkan oleh bayi layaknya seperti orang dewasa ataupun anak-anak.

Hal itulah yang menjadikan lendir menumpuk dan menghambat aliran udara sehingga nafas sang buah hati berbunyi grok-grok. Oleh karena itu peran informasi yang benar sangat penting didapatkan oleh para bunda dan ayah untuk merawat si kecil, berikut 5 tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi nafas bayi yang berbunyi grok-grok.

1. Menjemur bayi di pagi hari
Sinar matahari pagi sangat kaya akan vitamin D yang dibutuhkan bayi. Vitamin D dibutuhkan untuk memperkuat tulang bayi. Maka dari itu menjemur bayi wajib dilakukan oleh para orang tua. Waktu yang baik untuk menjemur bayi adalah pukul 07.00-09.00 selama 5 sampai 10 menit. Mengingat kulit bayi yang masih sensitif, maka pemilihan waktu dan durasi berjemur harus diperhatikan.

2. Asupan ASI yang maksimal
ASI merupakan satu-satunya asupan yang dibutuhkan oleh si kecil, karena ASI yang cukup akan membantu membersihkan saluran hidung dari sumbatan lendir yang menghambat. Selain itu ASI juga kaya akan kandungan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang si kecil seperti vitamin, karbohidrat, protein, dan lemak.

3. Terapi uap
Terapi uap bisa dilakukan secara mandiri oleh para orang tua untuk membantu pernafasan si kecil. Hanya dengan menggunakan air panas yang ditetesi minyak telon, maka itu akan menjadi terapi uap yang membuat ruangan lebih segar untuk mengatasi nafas bayi yang berbunyi grok-grok.

4. Humidifier
Humidifier mungkin masih terdengar asing di telinga para orang tua baru. Humidifier merupakan pelembab udara yang cara kerjanya menyemprotkan uap ke udara untuk mengatasi iritasi yang timbul akibat udara kering. Udara yang kering inilah yang bisa menyebabkan sakit tenggorokan, pilek, dan nafas bayi berbunyi gro-grok.

5. Aspirator hidung
Saat hidung bayi mengeluarkan lendir, bunda bisa membantu untuk mengeluarkannya dengan bantuan aspirator hidung. Alat ini berfungsi untuk menyedot lendir pada hidung secara perlahan-lahan.